Bisnis Fried Chicken Gerobak Dalam Sebulan Untung Bersih Rp 6,5 Juta

Pedagang kecilpun ikut ambil bagian dalam bisnis fried chicken. Resep dan proses pembuatannya diadaptasi. Meski lebih sederhana, namun usaha ini lumayan menjanjikan. Untuk 1 gerobak saja, keuntungan bersihnya mencapai Rp. 6,5 juta per bulan!

Penikmat fried chicken yang tak pernah surut mendatangkan rezeki tersendiri bagi para pedagang ayam goreng tepung. Masyarakat ekonomi bawahpun bisa mencicipi menu ini dengan harga lebih ekonomis. Meski tak mengusung nama franchise dan mengelola sendiri, usaha bisa laris dan bertahan lama.

Salah satu contoh sukses adalah pedagang fried chicken bernama Rahman. Pria ini sudah 6 tahun menggeluti usaha fried chicken. Sebelumnya, pria ini bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan retail di Jakarta. Namun perusahaannya bangkrut dan ia kehilangan pekerjaan. Rahmanpun mencoba membuka usaha ayam goreng tepung.

“Awalnya 6 tahun lalu hanya coba-coba. Bumbu raciknya juga beli yang siap olah, waktu itu sekitar Rp. 15.000 untuk satu hari, cukup untuk 10 ekor. Tapi lama-lama mencoba sendiri. Sempat gagal, tapi terus saya coba hingga akhirnya ketemu komposisi yang pas. Sekarang bumbunya buat sendiri, jauh lebih hemat,” ungkap Rahman.

Tiap harinya, Rahman menghabiskan 10 ekor ayam, masing-masing berukuran 1,2 kg. Tiap ekornya dibagi menjadi 16 bagian. Karena ukurannya kecil, ia menjual ayamnya dengan harga satuan Rp. 3.500. “Lebih baik harganya murah tapi ukuran kecil, jadi pas untuk pembeli ekonomi bawah yang kita sasar,” tutur pria yang sehari-harinya berjualan di kawasan Bekasi Utara ini.

Soal penggunaan minyak, Rahman mengaku hanya menggunakan minyak goreng kemasan, bukan curah. Diakuinya, minyak goreng kemasan lebih awet dan bersih. Tiap harinya, ia menggoreng dengan 5 liter minyak dengan perbandingan 2 liter minyak kemasan baru dan ditambah 3 liter minyak sisa hari sebelumnya.

Agar tetap segar, ayam goreng buatan Rahman tak digoreng sekaligus, melainkan dibagi dalam 3 tahap. Ketika ayam hampir habis terjual, baru Rahman menggoreng lagi stok ayam yang ia simpan di dalam cool box. Jejeran ayam gorengnya tampak disinari oleh lampu yang disebut Rahman ‘lampu oven’. Tak cuma membuat ayam tampak menggiurkan, lampu tersebut juga bisa membantu ayamnya tetap hangat.

Rahman juga merinci biaya yang ia keluarkan setiap hari. 10 ekor ayam per ekornya ukuran 1,2 kg dibeli dengan harga Rp 24.000 hingga Rp 26.000. Perharinya, ia juga membeli minyak goreng kemasan ukuran 2 liter dengan harga sekitar Rp 20.000. Biaya lain yang dikeluarkan adalah saus cabai curah, juga bumbu dan tepung.

Ayah 2 anak ini tak segan-segan membeberkan keuntungan yang didapat perharinya. “Tiap hari omzetnya bisa lebih dari Rp 500.000, dan untungnya sekitar setengahnya. Sekitar Rp 200.000-an per hari pendapatan bersihnya,” tutur Rahman. Rahman juga rutin menerima pesanan ayam goreng dalam jumlah besar di lingkungan tempatnya berjualan.

Ada beberapa tips usaha yang dijalankan pria asal Tasikmalaya ini. Ia mendirikan usaha di tempat strategis, yaitu di sebuah jalan yang menjadi jalur masuk beberapa komplek perumahan. Ia juga tak segan-segan memberi potongan harga. “Langganan saya biasanya bukan beli satu atau dua potong, tapi langsung sebut, Rp 10.000, Rp 20.000, itu langsung saya beri 3 potong dan 6 potong. Para pembeli sudah pada tahu.”

Menurut Rahman, usaha fried chicken ini tergolong usaha yang tak sulit dijalankan. “Dibanding kuliner lain, ayam ini lebih praktis dan untungnya lumayan. Asal konsisten dan menguasai ilmu mengelolanya. Sebagai gambaran, menjual 5 ekor ayam sehari saja sudah cukup untuk menghidupi 2 orang. Modal cukup Rp. 3 juta. Terlihat sepele tapi sebenarnya menjanjikan,” tutupnya.

Dengan Modal Rp. 8 Juta Bisa Punya Usaha Fried Chicken

Bila ingin mempunyai gerai fried cicken yang bisa langsung bergulir, bisa bermitra dengan beberapa warlaba ini:

1. Rocket Fried Chicken (RFC)
Franchise fried chicken yang dikelola aktor Indra Brugman ini sudah memiliki puluhan cabang, dari Jakarta, Bogor, Semarang, Batam, Kendari, dan kota besar lain. Selain fried chicken, menu lainnya adalah burger, french fries, hot dog, juga spaghetti. Berbasis di Bandung, investasi RFC berkisar antara Rp 65 juta hingga 225 juta dengan konsep kios, ruko, mini cafe, juga resto.

2. Orchi Fried Chicken
Kemitraan fried chicken Orchi menjanjikan keuntungan sekitar 5 juta rupiah perbulannya. Ada 2 paket yang tersedia, yaitu paket Lux dengan biaya 8 juta rupiah dan juga paket Eksklusif Rp 9 juta. Sudah termasuk pelatihan menggoreng ayam dan peralatan outlet. Berkantor pusat di kawasan Pulogebang Jakarta Timur, kini Orchi sudah memiliki ratusan cabang.

3. Jupe Fried Chicken (JFC)
Seperti Indra Brugman, artis Julia Perez juga menggeluti usaha kemitraan fried chicken. Menu-menu Jupe Fried Chicken juga dibuat unik, dari menu paha Jupe, dada Jupe, juga Jupeto wedges. Untuk bermitra, Anda bisa mengajukan lokasi, memberikan commitment fee sebesar 5 juta rupiah, dan mengikuti beberapa persyaratan lainnya. Gerainya yang didominasi warna pink dan ungu ini tersedia di kawasan Bandung, Sumedang, Karawang, juga Pekanbaru.

4. Java Fried Chicken
Kemitraan Java Fried Chicken mengunggulkan kelebihan jika tak ada royalty fee, waralaba fee, juga support fee. Dengan investasi awal Rp 7,5 juta hingga 8 juta, Anda sudah bisa menggunakan nama Java Fried Chicken, lengkap dengan pelatihan masak, bantuan pemasaran juga peralatan memasak dari bisnis franchise asal Garut, Jawa Barat ini.

5. Crispyku Fried Chicken
Dengan biaya investasi Rp. 10.000.000, Anda bisa memiliki usaha ayam goreng renyah khas Crispyku. Biaya tersebut sudah termasuk etalase, berbagai perlengkapan memasak, juga 10 kantong bumbu untuk 200 ekor ayam. Seperti tertulis dalam situs Waralaba Crispy Fried Chicken, kini Crispyku sudah memiliki lebih dari 50 outlet, dan berkantor pusat di kawasan Jakarta Utara.

Resep dan Cara Membuat Ayam Fried Chicken

Meskipun tak asli Amerika, fried chicken sudah jadi makanan nasional Amerika. Banyak resto dan rumahtangga punya andalan resep fried chicken. Selain bumbu juga racikan tepungnya punya banyak varian. Yuk, bikin fried chicken sendiri!

Resep ini merupakan resep fried chicken bergaya tradisional Amerika. Sebelum digoreng ayam dibumbui dan dicelupkan dalam susu dan telur. Dibalut tepung lalu digoreng. Rasanya lebih gurih dan enak. Ini dia langkah membuatnya.

1.Ayam Negeri
Ayam negeri menjadi bahan utama. Pilih yang beratnya di bawah 1 kg dan gemuk. Buang lapisan lemak berlebihan di bagian pantat dan pahanya. Cuci bersih lalu potong menjadi 8-12 bagian.

2.Bumbu
Sebagai bumbunya, siapkan 2 sdt merica bubuk, 2 sdt cabai merah bubuk dan 2 sdt garam serta 4 siung bawang putih yang diparut halus. Jumlah bumbu ini bisa disesuaikan dengan selera.

3. Membumbui
Taburi ayam potongan dengan Bumbu lalu remas-remas hingga rata. Tutup wadah dan simpan di dalam kulkas selama minimal 3 jam. Tujuannya agar cairan di dalam ayam keluar dan bumbu meresap.

4. Tepung Bumbu
Sebagai bahan pelapisnya, siapkan 150 g tepung terigu dan campur dengan 50 g tepung maizena, 1 sdt merica bubuk dan 2 sdt garam. Aduk hingga tercampur rata.

5. Adonan Telur
Kocok 1 butir telur ayam bersama 200 ml susu cair hingga menyatu. Campuran ini memberi rasa gurih dan berfungsi sebagai perekat.

6.Melapisi Telur
Lap potongan ayam dengan tissue dapur hingga kering. Jika masih berair ayam tidak bisa renyah. Celupkan tiap potong ayam dalam Adonan Telur hingga rata termasuk di bagian bawah kulit dan tulangnya

7.Melapisi Tepung
Lapisi tiap potongan ayam dengan Tepung Bumbu hingga rata. Tekan-tekan hingga menempel dan seluruh bagian tertutup tepung

8.Menggoreng
dalam minyak panas. Jangan terlalu banyak memasukkan potongan ayam. Tiap kali 3-4 potong. Goreng hingga kuning keemasan dan kering merata. Karena merupakan makanan gorengan, sebaiknya nikmati selagi panas agar terasa krenyes renyah gurih tepung dan ayamnya. Saus sambal atau saus tomat bisa jadi pelengkapnya.

Tempat Kursus Memasak Ayam Goreng Fried Chicken

Kriuk renyah fried chicken digemari banyak orang. Tak heran, mulai dari gerobak sampai jaringan restoran cepat saji ternama tak pernah sepi pembeli. Tertarik membuka usaha fried chicken? Kursus dulu di sini!

Agar fried chicken yang dihasilkan enak, bertepung renyah dan keriting, serta menguntungkan, Anda perlu belajar dari pakarnya. Di Jakarta dan Serpong, ada beberapa tempat kursus yang bisa jadi pilihan. Berikut informasi tempat kursus yang diperlukan:

1. Kursus Masak Bee
Jadwal: setiap Selasa, 09:00-11:00
Biaya: Rp 600.000
Keterangan: kursus trik memotong ayam, membumbui, dan memberi tepung. Praktik langsung dan bawa pulang hasilnya. Bisa mengulang gratis dengan membawa resep asli.
Alamat: Jl. Ratu Kemuning blok A2/10C, Taman Ratu (sebelah Bank Permata Taman Ratu), Jakarta Barat
Telepon: 021-5635450, 021-26808881, 08159008881

2. Kursus Fried Chicken a la KFC
Jadwal: -
Biaya: Rp 500.000
Keterangan: kursus teknik dan trik agar fried chicken gurih, keriting, dan renyah.
Alamat: Jln. Pulogebang No.43, Jakarta Timur
Telepon: 021-93489359, 081585085012

3. Kursus Masak Fried Chicken
Jadwal: -
Biaya: Rp 350.000
Keterangan: termasuk makalah, bahan praktik (ayam, tepung, minyak goreng), contoh tepung untuk dibawa pulang.
Alamat: Jl. H. Mairin No. 84, Ulujami, Jakarta Selatan
Telepon: 087884551921

4. UKMKU
Jadwal: -
Biaya: Rp 230.000
Keterangan: termasuk makalah, bahan, alat, praktik langsung, makan siang, dan hasil kursus dibawa pulang.
Alamat: Jl. Poncol Raya No. 1, Cirendeu, Lebak Bulus, Jakarta Selatan
Telepon: 021-70038143, 08567194353

5. Tristar Institute
Jadwal: hubungi langsung
Biaya: Rp 750.000
Keterangan: kursus cara memproduksi tepung fried chicken resep industri yang renyah dan tahan sampai tiga jam, plus resep ayam kremes, ayam tulang lunak, dan ayam crispy.
Alamat: Komplek Ruko BSD Sektor 7, blok RL 31-33, Serpong, Tangerang
Telepon: 021-53151389, 08883271088

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>